Desa Honuk, 02 Pebruari 2014, Pukul
09 Pagi.
divine-music.info
Akibat diterjang angin kencang, sebuah sekolah menengah pertama di Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.
Gedung sekolah yang dibangun tahun pertam pada
tahun 2010 terjadi Rubuh pada tahun 2012, dan tahun yang sama pemerintah dan
masyarakat membangun gedung darurat yang baru dengan 3 RKB.
Menurut
saksi mata “Jhon Bani” tepat jam 9 pagi beliu
pergi ke kebun yang kebetulan jalannya melewati
depan sekolah tesebut, ketika Beliau lewat tiba – tiba gedung sekolah tersebut
rubuh perlahan – lahan, beliau lari menuju kesekolah tersebut sambil teriak –
teriak dan mengambil gambar dengan HPnya. Menjelang 10 menit kemudian Saudara
Jhon memanggil salah seorang guru Pak Bento dan menginformasikannya.
Saudara Jhon bersama Pak Bento dengan segera melaporkan kejadian ini kepada
pihak pemerintah desa untuk menyelamatkan dan mengeluarkan barang – barang yang
ada didalam gedung tersebut yang antara lain Meja, Kursi, Papan Tulis, dan
Lemari sekolah.
Sangat disayangkan dengan
pembangunan gedung SMPN 2 Amfoang Barat Laut Kab. Kupang yang bertempat di Desa Honuk, dengan
proses pembangunan ini tiangnya menggunakan Kayu Bulat, atapnya menggunakan
rumput alang – alang, dan didingnya menggunakan bambu.
Dengan terjadinya musibah gedung SMP
ini tidak mengorbankan kecelakaan baik guru maupun siswa, karena pada waktu
terjadi dengan hari libur,
Bento “guru penjas: mengungkapkan bahwa sudah terjadi seperti ini, dan apa yang kita
harus lakukan, lebih baiknya kita beritahukan kepada pemerintah dan masyarakat
setempat untuk menindak lanjuti kejadian ini.
Ada pun pertanyaan – pertanyaan dari
pemerintah desa dan masyarakat bahwa dimana kepala sekola, maka jawaban dari
teman guru bahwa Kepala Sekolah ada dikupang sejak Nopember 2013 yang
berkepentingan dinas.
Kerja sama dan partisipasinya pihak
sekolah dan pemerintah dan masyarakat untuk membangun gedung baru dengan
mengunakan bahan – bahan yang lama, dan menggantikan bahan yang sudah tidak layak digunakan lagi.
Kepedulian orang tua siswa demi
pendidikan anak – anak mereka sehingga perencanaan membangun kembali gedung
sekolah ini dalam jangka waktu 2 hari saja
dengan 3 RKB dari tanggal 10-11 Nopember 2014.
Komentar orang tua siswa “Bapak
Lukas Manoh” tokoh masyarakat ;
Tuhanlah yang membuat alam dan
segalanya,sedangkan kita sebagai manusia belum tentu tidak. untuk itu cara seperti ini Tuhan mendidik
serta menguji iman kita sebagai manusia, maka itu mari kita satu iman satu
tubuh dan tenaga membangun kembali gedung SMP atau sekolah kita. Apakah pihak
sekolah dan pemerintah bekerja sama atau tidak untuk proses pembangunan sekolah
ini yang lebik baik dengan gedung permanen.
Komentar
siswa “Olfis Suni Uf” :” saya adalah siswa kelas 3, kelas persiapan ujian,
bapak ibu guru dan pemerintah desa kami sebagai anak – anak tidak membuat apa –
apa dengan gedung yang rubuh ini. Dengan segera dibangun atau berusaha seperti
apa pun untuk kami dapat belajar, apalagi sekolah ini sangat berkekurangan guru,
untuk tahun ini US dan UN akan dilaksanakan di gedung kita yaitu di SMPN 2
Ambal, bagaimana kita tidak segera untuk membangunya.
Dari Informasi diatas walaupun penjelasannya tidak tepat tapi kami dari pihak sekolah berharap supaya pemerintah
segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan tersebut sehingga proses
belajar mengajar dapat berjalan kembali.

