Sabtu, 22 Februari 2014

AMFOANG BARAT LAUT

 SMP N 2 Amfoang Barat Laut




Desa Honuk, 02 Pebruari 2014, Pukul 09 Pagi.




divine-music.info
divine-music.info

divine-music.info

Akibat diterjang angin kencang, sebuah sekolah menengah pertama di Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.
Gedung sekolah yang dibangun tahun pertam pada tahun 2010 terjadi Rubuh pada tahun 2012, dan tahun yang sama pemerintah dan masyarakat membangun gedung darurat yang baru dengan 3 RKB.
Menurut  saksi mata “Jhon Bani” tepat jam 9 pagi beliu pergi ke kebun yang kebetulan jalannya  melewati depan sekolah tesebut, ketika Beliau lewat tiba – tiba gedung sekolah tersebut rubuh perlahan – lahan, beliau lari menuju kesekolah tersebut sambil teriak – teriak dan mengambil gambar dengan HPnya. Menjelang 10 menit kemudian Saudara Jhon memanggil salah seorang guru Pak Bento dan menginformasikannya. Saudara Jhon bersama Pak Bento dengan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak pemerintah desa untuk menyelamatkan dan mengeluarkan barang – barang yang ada didalam gedung tersebut yang antara lain Meja, Kursi, Papan Tulis, dan Lemari sekolah.

Sangat disayangkan dengan pembangunan gedung SMPN 2 Amfoang Barat Laut  Kab. Kupang yang bertempat di Desa Honuk, dengan proses pembangunan ini tiangnya menggunakan Kayu Bulat, atapnya menggunakan rumput alang – alang, dan didingnya menggunakan bambu.
Dengan terjadinya musibah gedung SMP ini tidak mengorbankan kecelakaan baik guru maupun siswa, karena pada waktu terjadi dengan hari libur,
Bento “guru penjas:  mengungkapkan bahwa  sudah terjadi seperti ini, dan apa yang kita harus lakukan, lebih baiknya kita beritahukan kepada pemerintah dan masyarakat setempat untuk menindak lanjuti kejadian ini.

Ada pun pertanyaan – pertanyaan dari pemerintah desa dan masyarakat bahwa dimana kepala sekola, maka jawaban dari teman guru bahwa Kepala Sekolah ada dikupang sejak Nopember 2013 yang berkepentingan dinas.  
Kerja sama dan partisipasinya pihak sekolah dan pemerintah dan masyarakat untuk membangun gedung baru dengan mengunakan bahan – bahan yang lama, dan menggantikan bahan  yang sudah tidak layak digunakan lagi.

Kepedulian orang tua siswa demi pendidikan anak – anak mereka sehingga perencanaan membangun kembali gedung sekolah ini  dalam jangka waktu 2 hari saja dengan 3 RKB dari tanggal 10-11 Nopember 2014.
Komentar orang tua siswa “Bapak Lukas Manoh”  tokoh masyarakat ;
Tuhanlah yang membuat alam dan segalanya,sedangkan kita sebagai manusia belum tentu tidak.  untuk itu cara seperti ini Tuhan mendidik serta menguji iman kita sebagai manusia, maka itu mari kita satu iman satu tubuh dan tenaga membangun kembali gedung SMP atau sekolah kita. Apakah pihak sekolah dan pemerintah bekerja sama atau tidak untuk proses pembangunan sekolah ini yang lebik baik dengan gedung permanen.
Komentar siswa “Olfis Suni Uf” :” saya adalah siswa kelas 3, kelas persiapan ujian, bapak ibu guru dan pemerintah desa kami sebagai anak – anak tidak membuat apa – apa dengan gedung yang rubuh ini. Dengan segera dibangun atau berusaha seperti apa pun untuk kami dapat belajar, apalagi sekolah ini sangat berkekurangan guru, untuk tahun ini US dan UN akan dilaksanakan di gedung kita yaitu di SMPN 2 Ambal, bagaimana kita tidak segera untuk membangunya.


Dari Informasi diatas walaupun  penjelasannya tidak tepat tapi kami dari  pihak sekolah berharap supaya pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan tersebut sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan kembali.